![]() |
| Edited by Halla Puspita Yuri (© Stiforyn) |
Film ini lebih dikenal secara luas melalui
judul dalam bahasa inggrisnya, yaitu ‘Your Name.’ (dengan titik). Berbeda dengan
alur cerita film animasi romansa remaja yang umumnya berfokus pada konflik
antar tokoh utama, Your Name. tidak
memiliki tokoh antagonis yang berdampak pada penjungkiran alur cerita unik.
Keunikannya mendatangkan berbagai
penghargaan. Tidak hanya menjadi juara dalam Los
Angeles Film Critics Association (LAFCA) Awards tahun 2016 silam maupun Festival
Film Sitges ke 49, film yang memiliki unsur komedi ini pun tanpa ragu
menyabet gelar sebagai film terlaris keempat
terbesar sepanjang masa di Jepang.
Semua penghargaan skala nasional maupun internasional
yang berhasil diraih Your Name.
semakin mengharumkan nama negara Jepang, terutama dalam industri perfilman dunia.
Negeri bunga sakura tersebut patut bangga karena memiliki talenta-talenta muda berbakat
seperti tim dari studio CoMix Wave Films
dan sutradara Makoto Shinkai.
“Kimi
no Na wa may seem to start similar to those classic body switching stories. It
actually develops to a completely different theme with unique scenery and
unique relationships. Now, I’m capable of including a comical factor into my
story,” ujar Makoto saat diwawancarai manga.tokyo.com.
Ia telah menghasilkan banyak karya spektakuler
sejak 1999 hingga saat ini, namun karya-karya terdahulunya tidak bisa mengalahkan
popularitas Your Name. di belantika
animasi Asia. Kepiawaian sutradara yang lahir pada 9 Februari 1973 dalam film
animasi tersebut membuatnya digadang-gadangkan sebagai Hayao Miyazaki abad 21.
Hayao
Miyazaki Selanjutnya
Salah satu hal yang mungkin membuat
orang-orang menyetujui pendapat itu adalah banyaknya bakat yang dimiliki Makoto
Shinkai. Selain menjadi sutradara, suami dari Chieko Misaka tersebut juga
merupakan seorang produser, penulis, animator, pengisi suara, editor, sinematografer,
pembuat komik Jepang atau mangaka,
dan lain sebagainya.
![]() |
| Edited by Halla Puspita Yuri (© Stiforyn) |
Pria dengan nama lahir Makoto Niitsu itu
menganggap jika pendapat tersebut berlebihan. Ia merasa sebagian besar karyanya
lebih mirip dengan karya novelis Haruki Murakami
dibanding legenda dunia perfilman Hayao Miyazaki. Meskipun keduanya adalah sutradara
paling berpengaruh dari Jepang, namun karya mereka memiliki ciri khas
tersendiri.
Hayao Miyazaki berfokus pada karya-karya
yang identik dengan pesan tersirat mengenai kesetaraan. Jika karya pendiri
studio animasi ternama bernama Studio Ghibli tersebut dipengaruhi isu-isu saat
film dibuat, maka tidak demikian dengan karya dari Makoto Shinkai.
Ciri
khas karyanya yang paling dominan adalah gambar latar digital yang indah. Mantan
perancang grafis tersebut biasanya menggunakan berbagai lokasi di dunia nyata
sebagai referensi gambar latar yang akan digambar kembali, namun ditambahkan
dengan sedikit polesan digital grafis agar lebih menarik.
Ayah
dari aktris anak bernama Chise Niitsu tersebut juga terkenal akan karya-karya
emosional yang menyentuh hati. Film garapan sutradara Makoto Shinkai dengan
mudah dapat mengikat penonton pada alur cerita, terutama Your Name. yang menghabiskan waktu selama dua tahun untuk
diselesaikan.
Ia
menyatakan jika alur cerita film animasi Your
Name. terinspirasi dari kata-kata dalam puisi Jepang yang telah berumur
ratusan tahun ‘Ono no Komachi’. Puisi tersebut mengisahkan mengenai pertemuan
sepasang kekasih dalam sebuah mimpi. Oleh karena itu, Makoto Shinkai yakin
orang-orang akan menikmati alur cerita filmnya.
“I hope and
believe that there are fun factors for everybody somewhere in the film. In that
perspective, you wouldn’t lose anything to watch this, and I can also assure
you that it perfectly fits into the current trend,” ujarnya, dikutip dari manga.tokyo.com.
Makoto
Shinkai berani menghadapi tantangan dengan menggunakan alur cerita yang berbeda
dengan alur cerita pada umumnya. Keberanian lulusan Universitas Chuo tersebut
tidak sia-sia dan membuahkan banyak penghargaan untuk karya-karyanya yang luar
biasa. Tanpa keberanian, maka ia tidak akan bisa menjadi sutradara sukses
seperti saat ini. (HPY)



0 komentar: