Semilir angin berhembus lembut membawa aroma laut. Sayup-sayup terdengar deburan ombak menghantam bebatuan di sekitar dermaga Bukit Matahari, Pulau Pari. Demi mengabadikan momen indah berlatarkan panorama matahari terbit, orang-orang rela melepas kesempatan untuk bangun tidur lebih siang.
Aktivitas menyaksikan matahari terbit merupakan salah satu daya tarik Pulau Pari. Pulau dengan luas 42,2 hektar ini terletak tidak jauh dengan Pulau Rambut, Lancang, Tidung, dan Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Bentuk daratan yang seperti ikan pari membuat pulau ini menyandang nama Pulau Pari.
"Pulau Pari emang dulu terkenalnya ikan pari, kebetulan juga kalau dilihat dari internet, itu emang bentuknya seperti pari, " ujar Bagus, seorang pemandu wisata lokal.
Pulau Pari dapat diakses menggunakan kapal dari Dermaga Marina di Ancol, Jakarta Utara. Perjalanan memakan waktu sekitar dua jam dapat menimbulkan rasa lelah. Namun, rasa itu terbayarkan saat melihat keindahan panorama yang memanjakan mata. Lingkungan yang asri mengundang perasaan nyaman di hati pengunjung.
"Setiap hari weekend itu pasti paling banyak itu 300an tapi kalau di tahun baru itu bisa 3.000 orang bahkan lebih. Kalau di hari biasa paling banyak entah 100, 200, 300 per minggunya, " ujar Bonte, salah satu pemandu wisata lokal, saat ditanya mengenai jumlah pengunjung.
Objek alam natural yang menjadi tujuan favorit pengunjung adalah Pantai Perawan. Selain itu, objek lain yang tidak kalah indah nan eksotis adalah Pantai Pasir Kresek, Pantai Bintang, dan Dermaga Bukit Matahari.
"Pantai yang paling banyak bener-bener dikunjungi yaitu Pantai Perawan. Kelebihannya satu, kebersihannya. Bener-bener disitu ada petugas-petugas kebersihannya, beda sama pantai-pantai yang kita injak seperti Pantai Kresek dan Pantai Bintang, " ujar Bagus.
Panorama laut yang seolah tidak terbatas hingga melewati garis horizon menyapa pengunjung yang datang ke Pantai Perawan. Hamparan pasir putih nan halus mudah menyelip di sela-sela jari kaki pengunjung yang tidak menggunakan alas kaki. Selain itu, rimbunan pohon bakau menambah keindahan mahakarya sang pencipta.
Obyek-obyek wisata di Pulau Pari dikelola secara swadaya oleh penduduk lokal, tanpa adanya bantuan dari pemerintah. Sebelum mengembangkan potensi wisata yang dimiliki pulau ini, penduduk lokal melakukan budidaya rumput laut.
"Dulu itu tahun 2001 sampai 2009, itu lagi bagus-bagusnya berkembangnya rumput laut. Ketika serangan kayak limbah yang menimpa, akhirnya rumput laut itu mati total makanya pas 2010 digerakkan wisata, " ujar Bonte.
Penemuan potensi wisata Pulau Pari oleh penduduk lokal patut di acungi jempol. Sajian alam yang belum terlalu terkenal ini kini bisa lebih dinikmati. Ayo nikmati keindahan Pulau Pari tanpa lupa menjaga lingkungannya!
^~^~^
Ini feature pendek buat penilaian tugas wkwkw semoga bermanfaat ya buat kalian yang bingung nyari contoh... Kalo mau nanya komen aja ^~^
Post ini terpilih sebagai salah satu dari 9 finalis dalam Writing Competition dengan tema 'Explore the Wonderful of Indonesia' yang diselenggarakan oleh Journal Is Me.
Post ini terpilih sebagai Juara 2 dalam Writing Competition dengan tema 'Explore the Wonderful of Indonesia' yang diselenggarakan oleh Journal Is Me pada 10 Desember 2015.





0 komentar: